Mitokondria berfungsi sebagai pabrik energi sel yang menghasilkan
energi dalam bentuk ATP. Metabolisme karbohidrat akan berakhir di mitokondria
ketika piruvat di transpor dan dioksidasi oleh O2¬ menjadi CO2 dan air. Energi
yang dihasilkan sangat efisien yaitu sekitar tiga puluh molekul ATP yang
diproduksi untuk setiap molekul glukosa yang dioksidasi, sedangkan dalam proses
glikolisis hanya dihasilkan dua molekul ATP. Proses pembentukan energi atau
dikenal sebagai fosforilasi oksidatif terdiri atas lima tahapan reaksi
enzimatis yang melibatkan kompleks enzim yang terdapat pada membran bagian
Showing posts with label Biota Laut. Show all posts
Showing posts with label Biota Laut. Show all posts
Thursday, September 18, 2014
Friday, May 3, 2013
Proses Simbiosis dan Peran Fungsionalnya Antara Zooxanthellae Dengan Karang
Zooxanthellae merupakan algae yang bersimbiosis dengan hewan karang sekaligus memberi warna pada karang sehingga tampak bewarna. Sejak
berabad-abad lalu dan bahkan hingga saat ini, karang (Scleractinia)
dianggap sebagai batu atau tumbuhan walaupun sesungguhnya mereka merupakan
hewan. Karang itu sendiri merupakan salah satu kelompok Coelenterata berbentuk
polyp yaitu semacam bentuk tabung dengan mulut di bagian atas yang dikelilingi
oleh tentakel.
Labels:
Bahan Kuliah,
Biota Laut,
Karang,
Konservasi
Location:
Trienggadeng, Indonesia
Tuesday, April 30, 2013
Penyu (Sebuah Pengantar)
Penyu merupakan reptil yang hidup
di laut serta mampu bermigrasi dalam jarak yang jauh di sepanjang kawasan
Samudera Hindia, Samudra Pasifik dan Asia Tenggara. Keberadaannya telah lama
terancam, baik dari alam maupun kegiatan manusia yang membahayakan populasinya
secara langsung maupun tidak langsung.
Dari tujuh jenis penyu di dunia,
tercatat enam jenis penyu yang hidup di
perairan Indonesia yaitu penyu hijau (Chelonia mydas), penyu sisik
(Eretmochelys imbricata), penyu abu-abu (Lepidochelys olivacea), penyu pipih
(Natator depressus), penyu belimbing (Dermochelys coriacea), serta penyu tempayan
(Caretta caretta). Jumlah ini sebenarnya masih menjadi perdebatan karena Nuitja
(1992) menyebutkan hanya lima jenis yang ditemukan, dimana Caretta caretta
dinyatakan tidak ada. Namun demikian, beberapa peneliti mengungkapkan bahwa
Caretta caretta memiliki daerah jelajah yang meliputi Indonesia (Limpus et al.
1992, Charuchinda et al. 2002).
Subscribe to:
Posts (Atom)

